Share this :

Pendidikan Islam dengan pendekatan SMART adalah sebuah pendekatan metode pendidikan Islam yang berbasis fithrah. Di mana setiap manusia dibekali dengan fitrah spiritual, moral, aktifitas, rasional dan cinta pada teknologi untuk mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Untuk itu pendidikan Islam dengan pendekatan SMART merupakan solusi penting bagi dunia pendidikan Islam saat ini.

Pendidikan Islam saat ini di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami dilema yang luar biasa; satu sisi ia harus menerimanya sebagai sebuah realita yang harus dihadapi. Di sisi lain melihat banyaknya pengaruh negatif dari teknologi informasi, ia harus menolaknya. Sehingga tidak sedikit lembaga pendidikan Islam mulai dari pesantren atau sekolah-sekolah Islam melarang siswanya untuk membawa HP apalagi memakainya.

Padahal, kemajuan teknologi bukan sebagai ancaman namun justru sebagai karunia dan nikmat yang harus disyukuri dan dikembangkan. Karena teknologi hanya sebagai alat, media dan sarana untuk memberikan kemudahan, kenyamanan untuk meningkatkan kesempurnaan umat manusia secara keseluruhan.

Adapun terkait dengan banyaknya penyalahgunaan maka hal itu kembali pada pribadi masing-masing. Jika pribadinya baik maka pasti dia akan menggunakannya untuk kebaikan dan jika pribadinya buruk bisa jadi menggunakannya untuk keburukan. Untuk itu, yang perlu diperhatikan dan dijaga adalah kepribadian masing-masing individu. Setiap individu dibekali terlebih dahulu dengan spiritualitas yang tinggi, moralitas yang baik, ketrampilan yang cukup dan rasionalitas yang benar. Dengan demikian, dia akan menggunakan teknologi dengan bijak dan benar.

Untuk itu dalam konsep pendidikan SMART, nilai-nilai spiritualitas, moralitas, aktivitas dan rasionalitas sangat ditekankan untuk membangun pribadi paripurna yang siap menghadapi kemajuan teknologi, bukan hanya sebagai konsumen, namun sebagai produsen teknologi itu sendiri.

Karenanya, seyogyanya kemajuan teknologi dan informasi yang ada sekarang ini diterima dengan lapang dada sebagai sebuah realita yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Seluruh aktifitas pembelajaran dan informasi-informasi pendidikan seyogyanya sudah harus berubah dengan memanfaatkan teknologi. Siswa sudah harus dibekali ketrampilan hidup melek informasi digital dan diarahkan untuk mengembangkan skill dan ketrampilannya melalui digital. Jika tidak, maka kita akan terus ketinggalan dalam berbagai hal dengan komunitas masyarakat dunia lainnya. Untuk menghindari dampak negatif yang diakibatkan dari teknologi tentunya kita harus membekalinya terlebih dahulu dengan aspek spiritual, moral, skill dan rasional.

Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai spiritual yang baik ? nantikan tulisan saya berikutnya.

Share this :