Selamat Jalan Jenderal

Selamat Jalan Jenderal

Pada malam jum’at yang mulia, kita dikejutkan dengan berita syahidnya Jenderal Qosim Sulaimani dan Abu Mahdi al-Muhandis beserta kawan-kawannya dalam serangan rudal membabi buta dari drone yang dikendalikan oleh tentara Amerika. Konon serangan ini atas perintah Presiden Amerika Donald Trump. Kejadian ini tentu sangat disayangkan oleh semua pihak. Mengingat korbannya adalah seorang jenderal yang sangat dicintai, disegani dan dikagumi oleh semua orang yang peduli akan perdamaian di kawasan timur tengah khususnya dan dunia pada umumnya.

Hal itu karena Jenderal Qosim Sulaimani telah berhasil membantu tentara Irak dan Suriah dalam menumpas ISIS dan al-Qaedah, organisasi teroris dunia yang paling kejam dan menakutkan. Andai tidak ada jenderal Qosim Sulaimani bisa jadi ISIS sudah masuk ke Indonesia, Asia dan Eropa. Dengan bantuan Jenderal Qosim Sulaimani, alhamdulillah keberadaan ISIS dan al-Qaidah terdesak dan bisa keluar dari Irak dan sekarang menempati beberapa daerah saja di Suriah.

Tentunya hal ini sangat merugikan Amerika, yang sudah mengeluarkan milyaran dolarnya untuk membidani lahirnya ISIS dan al-Qaidah untuk menciptakan kekacauan di Timur Tengah. Kekacauan ini sangat diharapkan oleh Amerika, untuk melemahkan kekuatan kaum Muslimin dalam menghadapi Israel sekutunya. Mungkin Amerika beranggapan bahwa dengan membunuh jenderal Qosim Sulaimani kubu perlawanan akan berakhir. Sayangnya hal ini justru bumerang bagi Amerika sendiri. Yang terjadi justru sebaliknya. Perlawanan semakin menguat, Iran bersumpah akan membalas, dan sangat dimungkinkan terjadinya perang yang pasti akan merugikan banyak pihak.

Bagi sang jenderal sendiri, kesyahidan merupakan harapan dan cita-citanya selama ini. Karena baginya kematian terindah adalah meneguk cawan syahadah sebagaimana para Syuhada yang mendahuluinya. Selamat jalan Jenderal semoga ruh sucinya diterima oleh Allah swt, Rasulullah saw dan ahlul baytnya.