Belajar Dari Kesalahan

Belajar Dari Kesalahan

Orang yang baik dan sukses tidak berarti tidak pernah berbuat salah. Namun karena mereka mampu mengambil pelajaran dari kesalahan dan bangkit dari keterpurukan. Berbuat salah adalah hal yang wajar dan biasa bagi manusia seperti kita. Hal itu sebagaimana pepatah Arab yang mengatakan Al-Insan mahalul khotoi wa al-nisyan, (manusia tempat salah dan lupa). Hanya saja, yang diharapkan dari keslahan ini adalah pengakuan yang tulus dan kesadaran untuk memperbaiki diri. Kesalahan hendaknya dijadikan sebagai sarana pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Untuk itu diperlukan langkah-langkah berikut ini :

Pertama, mengakui bahwa dia telah berbuat salah dan khilaf. Pengakuan adalah langkah awal untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Tanpa pengakuan yang tulus, seseorang akan sulit untuk belajar dari kesalahannya.

Kedua, merasa menyesal atas perbuatannya. Perasaan menyesal ini sangat penting agar pertobatannya menjadi lebih berarti dan bermakna bagi dirinya dan kehidupannya. Jika tidak ada penyesalan sama sekali dalam dirinya, maka sudah pasti dia akan mengulangi kembali kesalahannya.

Ketiga, memohon maaf dan ampunan dari Allah swt atau dari orang yang telah diperlakukan secara salah. Untuk itu perlu dilihat, dia berbuat salah kepada siapa ? kepada Allah swt atau kepada orang lain. Permohonan maaf harus dilakukan secara tulus dengan menerima segala konsekwensinya.

Keempat, bangkit dan mengerjakan hal-hal yang positif. Kesalahan bukan akhir dari kehidupan. Kehidupan masih panjang yang harus dijalaninya.Untuk itu ada dua pilihan di hadapan orang yang telah berbuat salah; menyerah dan terpuruk dalam kesalahan yang terus menerus atau bangkit dan berusaha memperbaiki diri dengan rasa optimis menatap masa depannya. Hanya dengan mengerjakan hal-hal yang positif seseorang bisa bangkit dan keluar dari kesalahannya. Kesalahan yang tidak diakhiri dengan perbuatan-perbuatan yang positif tidak akan menghasilkan apa apa, justru semakin memperburuk keadaan.

Untuk itu diperlukan upaya serius untuk mengerjakan hal-hal yang positif sehingga dengan demikian akan menutupi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Karena perbuatan baik akan menghilangkan perbuatan yang buruk. Hal itu sebagaimana firman Allah swt :

ِاِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّأَت

Artinya : Sesungguhnya kebaikan akan menghilangkan kesalahan.

Dengan demikian maka hendaknya kesalahan dijadikan sebagai pelajaran untuk mengerjakan hal-hal yang positif dan bejanji untuk tidak melakukan yang kedua kalinya. Seorang yang beriman tidak akan masuk terjerumus ke dalam jurang dua kali. Begitu kata Rasul saw.

Jangan Menyerah! Kegigihan Kunci Kesuksesan

Jangan Menyerah! Kegigihan Kunci Kesuksesan

Orang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal dalam menjalani kehidupannya, melainkan mereka tidak pernah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Mental mereka sangat gigih, pantang menyerah dan tidak pernah putus asa. Kesuksesan Rasul saw dalam mengemban misi ilahiah dan membangun masyarakat muslim dunia adalah hasil dari kegigihannya dalam berdakwah dan berjuang. Para ilmuwan muslim yang menemukan berbagai disiplin ilmu seperti Al-Farabi, Al-Biruni, Ibnu Sina, Al-Ghozali dan lainnya adalah berkat kegigihannya dalam menuntut ilmu dan melakukan penelitian-penelitian. Laksamana Peary baru berhasil mencapai kutub utara setelah berupaya 8 kali. Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1000 kali sebelum berhasil menghasilkan penemuan bola lampu dan lebih dari 1000 paten lainnya. Begitu juga halnya dengan John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku yang telah terjual lebih dari 60 juta copy. Begitu juga halnya dengan Albert Einstein, Abraham Lincoln dan lainnya mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat dan kecerdasan tidak mampu mengantarkan orang menjadi sukses. Banyak orang cerdas dan pintar, namun mereka tidak bisa menjadi sukses. Pendidikan tinggi tidak menjamin menjadi sukses. Hanya kegigihan dan tekad yang kuat yang memiliki kekuatan besar. Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapainya tujuan, itulah yang disebut kegigihan.

Langkah pertama yang dapat menumbuhkan kegigihan adalah adanya target dan tujuan yang jelas. Target yang jelas dan terukur kita akan membangkitkan kegigihan. Ketika kita menghadapi banyak tantangan dan hambatan, maka sebaiknya fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya target juga biasanya kita akan terdorong untuk berkreativitas dalam menyelesasikan berbagai persoalan.

Langkah kedua yang dapat membangkitkan kegigihan adalah dengan banyak membaca sejarah dan kehidupan orang-orang yang sukses. Al-Qur’an banyak menceritakan sejarah orang-orang yang sukses dan orang-orang yang gagal dalam hidupnya. Hal itu untuk menjadi pelajaran bagi kita sekaligus untuk membangkitkan semangat kegigihan dalam menjalankan kehidupan kita. Betapa banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh mereka. Dan bagaimana cara dan kiat-kiat orang sukses dalam menghadapinya?

Ketiga, melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah dengan mengosongkan pikiran terlebih dahulu, kemudian pejamkan mata, kemudian lihatlah diri kita sejelas-jelasnya dengan membayangkan hal-hal yang membahagiakan, misalnya saat kita sukses mengerjakan sesuatu dan mendapatka penghargaan atau lainnya. Melakukan visualisasi sesering mungkin dapat membangkitkan kegigihan.

Keempat adalah melakukan outo suggestion atau afirmasi yaitu melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebauah harapan secara berulang-ulang. Misalnya, menyatakan ” Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh senyum yang paling manis.  Aku akan menikmati setiap tantangan.” Mensugesti diri sendiri tentu akan sangat berdampak terhadap kegigihan. Sugesti akan lebih baik jika dilakukan setelah melakukan shalat lima waktu. Karena saat itu keadaan jiwa dalam keadaan tenang.

Kelima, memilih lingkungan dan komunitas yang baik. Lingkungan sangat mempengaruhi kegigihan seseorang. Ketika seseorang bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang berpikiran sempit, maka sudah dapat dipastikan dia tidak akan gigih dalam menghadapi permasalahan apapun. Tetapi, manakala dia bergaul dengan orang-orang yang berpikiran luas, semangat dan gigih, maka dia akan terus bersemangat dan gigih dalam menghadapi permasalahan apapun. Orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang yang biasa mendiskusikan situasi, sedangakan orang yang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain. 

ANDA MENGALAMI  KEJENUHAN DALAM BEKERJA? INILAH SOLUSINYA

ANDA MENGALAMI KEJENUHAN DALAM BEKERJA? INILAH SOLUSINYA

Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu dalam bekerja, entah di kantor, di pasar, di sekolah, di kebun atau di manapun kita berada. Seorang karyawan rata-rata dia akan menghabiskan waktu 8 jam dalam sehari. Waktu 8 jam adalah waktu yang melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu dan mengantuk. Seandainya dipaksakanpun hanya akan membuang-buang waktu saja dan hasilnya tidak maksimal.

Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Minimal ada 8 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan sekaligus mendapatkan hasil yang optimal dalam maksimal.

Pertama, Tumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan tersebut. Cinta terhadap pekerjaan merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja dan menghilangkan rasa jenuh dan capek. Tentunya sebelum anda mengambil sikap untuk bekerja pada suatu pekerjaan tertentu, anda sudah memiliki alasan filosofi yang kuat dan factor-faktor pendukung lainnya. Collen Barret berkata “Bekerja itu menyenangkan dan juga berat. Semua ini tergantung pada sikap anda. Saya suka bekerja dengan menyenangkan”.

Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai hambatan, entah dalam bentuk persaingan, sabotase, penolakan, kurangnya fasilitas, kurangnya penghargaan dari atasan atau lainnya. Tak jarang hambatan atau dalam arti positif tantangan itu menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.

Karena itu langkah kedua yang harus kita lakukan adalah berfikir positif.  Artinya, pandanglah tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. “Adversity is the foundation of virtue” (Tantangan adalah dasar dari kebaikan). Berapa banyak tantangan yang kita hadapi menjadikan kita lebih dewasa, trampil, kuat dan teruji dalam melaksanakan pekeerjaan. Tidak ada kebaikan, kemajuan, dan kemapanan tanpa sebuah tantangan. Karena itu jangan takut menghadapi tantangan, anggaplah tantangan merupakan tangga menuju kemulyaan dan kesuksesan. Dengan demikian kita akan dapat menjaga semangat  kerja tetap tinggi dan meningkatkan pekerjaan dengan selalu berpikir positif.

Selain itu langkah selanjutnya adalah meningkatkan kemapuan dalam bekerja. Bila pekerjaan menuntut kemampuan tertentu sementara kemampuan kita sendiri terbatas, hal itu akan sangat mudah memicu suasana kerja terasa menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan kita, mengasah keahlian dan mengisi pikiran kita dengan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan yang baru. Langkah tersebut setidaknya dapat mempengaruhi cara berpikir kita dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya dengan cara yan bervariasi dan kreatif. Oleh karena itu kreatifitas dalam bekerja sangat diperlukan. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang dalam bekerja. Belajar untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat, kata Mihaly Csikszentmihaly.

Langkah selanjutnya adalah memupuk sikap konsisten. Dunia kerja memang banyak tantangan, namun apabila kita konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala macam yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih kuat dan maju dalam bidang pekerjaan.

Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menetapkan prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting dan selesaikan  sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Buatlah target-target yang jelas bila perlu ditulis dengan jelas di papan besar, kemudian patuhilah target dan deadline yang kita tentukan sendiri, jangan sampai kita melanggarnya sendiri. Dengan demikian kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani. Ketika kita mampu menyelesaikan suatu pekerjaan akan muncul rasa kebahagiaan tersendiri. Dan hal inilah yang akan memotivasi kita untuk mengerjakan pekerjaan selanjutnya.

Sementara itu  tidak dapat dipungkiri bahwa kita membutuhkan orang lain. John Ruskin berkata : “ Setiap orang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam-macam sebab dan dukungan orang lain.” Oleh karena itu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain dalam suatu lingkungan pekerjaan sangat  berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.

Maka langkah selanjutnya adalah menciptakan suasana kerja komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.

Mungkin salah satu sebabnya kita tidak bersemangat dalam bekerja, bosan, malas, dan lain sebagainya adalah potensi kita yang kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja pasti hasilnya sangat mengagumkan. Dengan demikian, langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.

Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. Motivasi adalah bahan bakar terpenting untuk membakar semangat kerja manusia, kata Zig Ziglar.

Jika hal-hal di atas masih belum bisa mengangkat semangat dan motivasi untuk bekerja, maka berisitrahatlah sejenak. Pikiran kita kadang terlalu overload, sehingga membutuhkan istirahat. Istirahatkan pikiran anda sejenak bisa dengan berjalan-jalan, bermeditasi, berkumpul dengan teman-teman lama, menjalani traveling, ngopi bareng, tidur, dan lainnya. Dan salah satu cara mengistirahatkan pikiran yang terbaik adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, doa, berdialog, berkeluh kesah, bermunajah kepadaNya. Pasrahkan semua permasalahan dan urusan yang kita hadapi kepada Allah swt Dzat yang Maha Kuasa. Dengan demikian akan menjadi ringan semua beban yang dipikulnya insyaallah.

Sebagai pamungkas, ada satu hal yang harus kita pikirkan, bahwasannya waktu akan terus berlari tanpa peduli kita semangat bekerja, lesu, gembira atau mengantuk. Apa yang kita kerjakan berupa kebaikan hari ini pada hakikatnya bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk atasan atau bawahan, sebenarnya untuk ekbaikan kita sendiri. Sebailiknya apa yang kita perbuat dari suatu keburukan hari ini pada hakikatnya adalah untuk keburukan kita sendiri.

Delapan kiat di atas semoga dapat membantu kita dalam bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan bagi kita untuk menjadi yang terbaik. Wassalam.

Kebiasaan Kecil Kunci Kesuksesan

Kebiasaan Kecil Kunci Kesuksesan

Pada awal tahun ini banyak orang yang membuat resolusi dalam kehidupannya agar mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan; seperti ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, mendapatkan pekerjaan yang bergaji tinggi, dapat ini dan itu. Hal ini tentunya sah-sah saja, namun pada akhirnya tidak bisa didapatkan. Hal itu karena resolusi seperti ini masih terlalu umum dan abstrak tidak detail dan mengabaikan proses. . Padahal kesuksesan adalah hasil dari proses yang dijalani terus menerus. Memang banyak orang menginginkan kesuksesan secara instan. Namun lupa pada prosesnya.

Untuk itu yang harus dilakukan untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan yang diidam-idamkan adalah merubah kebiasaan-kebiasaan kita. Karena kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan secara terus menerus akan berdampak besar dan mengakibatkan hasil yang luar biasa. James Clear dalam bukunya ” Atomic Habits” dalam premisnya menjelaskan bahwa Kesuksesan seringkali terjadi BUKAN karena perubahan besar yang terjadi dalam sekejab, akan tetapi karena hal – hal kecil yang rutin Anda lakukan.

Memang merubah kebiasaan buruk tidak mudah. Untuk itu diperlukan beberapa langkah konkrit berikut ini :

  1. Merubah hasil / outcomes-nya, misal: Tujuan harus lebih jelas dan menantang seperti ingin lebih langsing, ingin menulis buku, ingin menang sebuah kompetisi.
  2. Merubah prosesnya, yaitu mengubah kebiasaan & prosesnya. Prosesnya harus lebih sepesific misal: mulai pergi ke gym, rutin menulis tiap hari, mengganti metode latihan
  3. Merubah identitas, yaitu mengubah belief, cara pandang dan citra diri

Sebagai contoh, ketika seseorang mencitrakan dirinya sebagai seorang penulis, dan memiliki goalnya adalah menulis 3 buku dalam setahun, maka proses yang harus dikerjakan adalah menulis satu hari satu lembar. Jika hal ini dilakukan secara kontinu past akan mengahsilkan goal yang telah dicita-citakan. Hal ini bisa dikiaskan dengan goal-goal lainnya. inilah yang akan menjadikan seseorang lebih sukses.

Mungkin pada awalnya berat tapi harus dipaksakan. Mengapa kebiasaan ini harus dipaksakan? Minimal ada dua alasan ; Pertaman, karena manusia cenderung malas untuk melakukan sesuatu yang baru. Untuk itu diperlukan motivasi yang kuat yang menyentuh emosinya. Seperti orang sakit yang ingin sembuh biasanya dapat dengan cepat merubah kebiasaan kebiasaannya. Cari hal apa yang sangat urgen dalam kehidupan kita sehingga dengannya saya harus berubah. Kedua, setiap proses yang kita lakukan pasti mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan. Ketika seseorang sudah melakukan kebiasaan jalan pagi selama 10 menit dia pasti akan merasakan kebahagiaan. Dan kebahagiaan yang didapatkan secara terus menerus akan menghasilkan semangat, motivasi yang luar biasa. Dan semangat inilah yang akan menjadikan seseorang menjadi hebat dan sukses di kemudian hari.

Dengan demikian jika anda ingin sukses di masa depan maka mulailah dengan kebiasaan-kebiasaan kecil setiap hari yang dilakukan secara terus menerus. Karena dari kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang akan menjadikan anda hebat, besar, sukses dan bahagia. Hal itu sebagaimana sebuah hadis atau pepatah arab :

خير الامور ادومها وان قل

Artinya : Sebaik-baik perkara adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit atau kecil.

Selamat mencoba!!!!!

7 Kiat Menggapai sukses

7 Kiat Menggapai sukses

Kesuksesan merupakan dambaan setiap orang. Setiap orang mengharapkan kesuksesan dalam hidupnya. Hanya saja mereka berbeda pendapat dalam menentukan kesuksesan itu sendiri. Ada yang menganggap bahwa kesuksesan itu erat kaitannya dengan terpenuhinya keinginan yang bersifat materi seperti memiliki harta yang melimpah, pekerjaan yang mapan, isteri yang cantik atau jabatan yang mentereng. Inilah yang menjadi word view atau pandangan dunia kaum materialistis. Ada pula yang menganggap bahwa kesuksesan tidak sebatas pada aspek materi semata namun lebih dari itu yaitu mencakup aspek spiritual yang berdampak pada kehidupan di akherat kelak. Karena kehidupan manusia tidak hanya sebatas kehidupan di dunia justru kehidupan yang lebih hakiki, kekal abadi adalah kehidupan di akherat.Kehidupan di dunia hanya sementara. Ia hanya merupakan transit menuju kehidupan sebenarnya yaitu kehidupan di akherat. Orang yang sukses adalah orang yang mampu menguasai dunianya untuk mendapatkankebaikan dan  kebahagiaan baik di dunia dan di akherat. Inilah yang menjadi pandangan dunia kaum idealis, spiritualis dan pemeluk agama.  Apapun yang menjadi parameter kesuksesan, yang jelas kita harus sukses hidup di dunia ini. Bagaimana caranya untuk menggapai kesuksesan itu ? Berikut ini beberapa kiat yang dapat membantu kita menggapai kesuksesan kita.

  1. Kenali Diri Sendiri. Kita diciptakan oleh Allah sebagai khalifatullah fi ardhih (wakil Tuhan di bumi) yang akan memakmurkan dan memajukan kehidupan di bumi ini. Sudah pasti Allah telah membekali kita dengan berbagai kelebihan dan keistimewaan yang berbeda satu sama lain untuk menjalankan peran tersebut. Untuk itu kita harus mengenali diri kita terlebih dahulu; apa bakat dan potensi kita? apa passion kita? apa kelebihan dan kekurangan kita? apa kesukaan dan kecenderungan kita? apa yang tidak kita sukai? Hal ini tentunya penting untuk kita ketahui terlebih dahulu sebelum kita melakukan langkah berikutnya. Banyak hal yang bisak dilakukan untuk mengenali diri kita, misalnya dengan menulis apa apa yang kita sukai dan yang tidak kita sukai kemudian dilakukan kategorisasi, atau juga dengan konsultasi kepada orang lain yang ahli dan mengerti tentang psikologi, atau dengan melakukan tes-tes bakat kecerdasan dan potensi diri salah satunya adalah  aplikasi  temubakat.com  mungkin bisa membantu kita untuk mengetahui potensi diri kita.
  2. Kembangkan dan gali potensi diri kita semaksimal mungkin. Setelah kita mengenal potensi diri kita masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah menggali dan mengembangkan potensi itu semaksimal mungkin, bisa melalui belajar, berlatih, membaca, ikut seminar dan pelatihan, searching internet, dan lainnya. Gunakan semua kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan potensi dan bakat yang kita miliki secara khusus. Buatlah perencanaan yang matang dan fokuskan pada pencapaian target-target yang telah direncanakan. Apabila seseorang memiliki bakat sebagai olahragawan dan penulis misalnya, maka dia harus berusaha mengisi waktu-waktunya untuk berolah raga dan menulis dan begitu juga yang lainnya.
  3. Mulailah hari ini juga. Setelah kita membuat perencanaan yang matang sesuai dengan bakat dan potensi kita, maka mulailah sekarang juga, jangan tunda-tunda waktu. Kita seringkali terbuai dengan kalimat-kalimat seperti ini , “nanti saya kerjakan”, “besok aja mulainya”, “sekarang bukan saat yang tepat”, dan kata-kata rayuan syaithan lannya. Mari kita buang kalimat-kalimat seperti itu sekarang juga. Karena hal itu justru yang menghambat kita untuk meraih kesuksesan. Jangan tunda pekerjaan hari ini untuk besok, karena besok sudah ada pekerjaan lain yang menunggunya. Jika kita menunda pekerjaan hari ini untuk besok berarti akan ada dua pekerjaan yang sama yang harus dilakukan besok. Dan jelas hal itu sulit untuk kita lakukan. Karena kesulitan itu maka akhirnya ditunda lagi untuk besok dan begitu seterusnya, yang akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan. Karenanya pekerjaan sesulit apapun jika dikerjakan sedikit demi sedikit insyaallah bisa diselesaikan.
  4. Bergaullah dengan orang yang tepat. Pergaulan memiliki peranan besar dalam perkembangan seseorang menuju kesuksesannya. Jika kita bergaul dengan orang yang berdagang minyak wangi, pasti kita akan ikut wangi. Namun sebaliknya jika kita bergaul dengan orang yang berlumpur maka kita akan kena lumpurnya. Oleh karenanya jika kita bergaul dengan orang yang berpikiran positif, maka kita akan ikut berpikiran positif. Namun jika kita bergaul dengan orang yang berpikiran negatif, maka kita akan ketularan berpikiran negatif. Jika kita ingin sukses dalam berdangan maka hendaknya kita bergaul dengan pedagang yang sukses, jangan sama nelayan atau pengangguran. Jika kita ingin jadi ulama, maka kita harus bergaul dengan para ulama bukan sama pedagang dan begitu seterusnya. Hal itu karena seseorang kerap terpengaruh dengan temannya. Ada pepatah yang mengatakan : Jika kita ingin melihat kepribadian seseorang, maka lihatlah kepada siapa dia berteman.
  5. Ciptakan peluang untuk diri kita sendiri. Kadang kita sulit mendapatkan peluang, atau ketika peluang itu datang kita tidak siap untuk menjalankannya. Untuk itu jika kita ingin sukses, ciptakan peluang itu oleh diri kita sendiri, jangan menunggu peluang dari orang lain. Jika kita kesulitan mendapatkan pekerjaan dari orang lain ciptakan pekerjaan itu untuk diri kita sendiri. Kerjakan yang menjadi passion, hobi dan kesukan kita, niscaya itu akan menjadi harta karun di masa depan. Yang terpenting di sini adalah memilih pekerjaan yang menjadi passion dan kesukaan kita, bukan bekerja karena paksaan atau karena faktor luar lainnya. Karenanya kita bisa menciptakan peluang kita masing-masing, apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini.
  6.  Konsisten dalam pekerjaan. Kita sering kali mencoba melakukan sesuatu kemudian berhenti dan begitu seterusnya. Sehingga dengan demikian kita tidak akan bisa sukses dalam pekerjaan apapun. Jika kita ingin sukses kata kuncinya adalah KONSISTEN. Kerjakan terus menerus, jangan pernah berhenti apapun yang terjadi. Ingat pekerjaan sebesar apapun jika dilakukan secara konsisten pasti akan dapat dilakukan dengan baik. Namun pekerjaan semudah apapun jika dilakukan dengan tidak konsisten pasti akan gagal. Dalam bahasa agama disebut dengan ISTIQAMAH. Ada pepatah mengatakan Istiqamah lebih baik dari 1000 karamah. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus walaupun kecil, begitu kata Imam Ali kw.
  7. Jangan pernah kehilangan harapan. Harapan ibarat bensin bagi sepeda motor. Jika sepeda motor kehabisan bensin pasti dia tidak bisa berjalan. Begitu juga dengan kita, jika kita kehilangan harapan maka habislah kehidupan kita. Kita tidak akan mampu berbuat apapun tanpa harapan. Karenanya seberat apapun masalah yang kita hadapi dan sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, jangan sampai kita kehilangan harapan kita kepada Allah swt. Karena hanya harapan kita kepada Allah swt. satu satunya modal hidup kita. Seorang pelari ulung dia tidak akan berhenti berlari sebelum sampai pada finish. Hidup ibarat lomba lari, sebelum sampai pada finish semuanya masih punya kesempatan untuk menang. Orang yang mendahului kita pada putaran pertama belum tentu bisa mendahului pada putaran kedua, dan begitu seterusnya. Ingat semua masalah yang kita hadapi pada hakikatnya adalah sebagai pelajaran untuk kita agar dapat lebih baik lagi di masa yang akan datang. Untuk itu jangan pernah merasa putus asa dan kehilangan harapan jika kita ingin sukses dalam masalah apapun.