Share this :

Manusia sejak lahir dibekali dengan fithrah kecenderungan pada nilai-nilai spiritual (ilahiyyah); meyakini adanya Tuhan Pencipta, Pemelihara dan Pengatur alam semesta. Hanya saja keyakinan ini kadang tertutupi dengan hal-hal yang bersifat material duniawi. Sehingga dia menjadi pongah, sombong dan lalai pada panggilan hati nuraninya yang meyakini akan nilai- nilai ketuhanan. Untuk itu perlu dilakukan upaya secara sadar untuk memenuhi panggilan hati nurani ini, untuk menyingkap tirai yang menutupi jiwanya. Ada beberapa hal yang menjadikan seseorang mampu menyingkap tabir yang menutupi jiwanya :

1. Melakukan kajian rasional filosofis, yaitu melakukan kajian pemikiran rasional yang didasari oleh kaidah kaidah berpikir yang benar tentang keberadaan Tuhan, dan sifat-sifat kesempurnaanNya (Maha Tahu, Maha Kasih Sayang, Maha Adil, Maha Pencpta, Pemelihara, Pemberi rizki, Maha Pelindung, Dan Lainnya). Dengan demikian diharapkan kita dapat memahami dan menyadari siapa diri kita?, kenapa kita dilahirkan di muka bumi ini?, apa tugas kita?, dan hendak ke mana akhir kehidupan kita?

2. Melakukan riyadhah suluk ( latihan-latihan penggemblengan jiwa) melalui beberapa tahapan spiritual ; Pertama, Takhliyyah yaitu menanggalkan sifat-sifat buruk yang ada pada jiwa kita seperti sombong, iri dengki, hasud, riya, sum’ah, ujub, cinta dunia, dan lainnya. Kedua Tahliyah yaitu menghiasi diri dengan sifat-sifat baik seperti Taubah, Azm, muhasabah, Tawakkal, Sabar, Syukur, Ikhlas, Pasrah, ridho, cinta dan benci karena Allah swt, cinta Rasul saw dan para Auliya dan lainnya. Ketiga, Tajalliyah yaitu menampakkan sifat-sifat Tuhan dalam dirinya seperti Kasih sayang, Pemaaf, Pengampun, Pemberi, Pelindung, Pemelihara dan lainnya.

3. Merasakan Kehadiran Tuhan dalam dirinya dalam setiap tindakan dan ucapannya di mana saja dan kapan saja. Hal ini bisa dilakukan setelah melakukan berbagai aktifitas pendekatan diri dengan serangkaian amalan dan ibadah sunnah serta amalan-amalan yang dianjurkan seperti sholat malam, sholat sunnah, berinfak dan sodaqah, berbuat kebaikan kepada sesama.

Tiga hal di atas sangat penting untuk dilakukan jika kita ingin meningkatkan nilai-nilai spiritualitas kita. Namun demikian semuanya harus dilakukan secara bertahap dan gradual disesuaikan dengan fase dan tahapan seseorang. Tidak bisa dilakukan sekaligus, disesuaikan dengan umur dan tingkatan masing-masing.

Share this :