Share this :

Orang yang baik dan sukses tidak berarti tidak pernah berbuat salah. Namun karena mereka mampu mengambil pelajaran dari kesalahan dan bangkit dari keterpurukan. Berbuat salah adalah hal yang wajar dan biasa bagi manusia seperti kita. Hal itu sebagaimana pepatah Arab yang mengatakan Al-Insan mahalul khotoi wa al-nisyan, (manusia tempat salah dan lupa). Hanya saja, yang diharapkan dari keslahan ini adalah pengakuan yang tulus dan kesadaran untuk memperbaiki diri. Kesalahan hendaknya dijadikan sebagai sarana pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Untuk itu diperlukan langkah-langkah berikut ini :

Pertama, mengakui bahwa dia telah berbuat salah dan khilaf. Pengakuan adalah langkah awal untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Tanpa pengakuan yang tulus, seseorang akan sulit untuk belajar dari kesalahannya.

Kedua, merasa menyesal atas perbuatannya. Perasaan menyesal ini sangat penting agar pertobatannya menjadi lebih berarti dan bermakna bagi dirinya dan kehidupannya. Jika tidak ada penyesalan sama sekali dalam dirinya, maka sudah pasti dia akan mengulangi kembali kesalahannya.

Ketiga, memohon maaf dan ampunan dari Allah swt atau dari orang yang telah diperlakukan secara salah. Untuk itu perlu dilihat, dia berbuat salah kepada siapa ? kepada Allah swt atau kepada orang lain. Permohonan maaf harus dilakukan secara tulus dengan menerima segala konsekwensinya.

Keempat, bangkit dan mengerjakan hal-hal yang positif. Kesalahan bukan akhir dari kehidupan. Kehidupan masih panjang yang harus dijalaninya.Untuk itu ada dua pilihan di hadapan orang yang telah berbuat salah; menyerah dan terpuruk dalam kesalahan yang terus menerus atau bangkit dan berusaha memperbaiki diri dengan rasa optimis menatap masa depannya. Hanya dengan mengerjakan hal-hal yang positif seseorang bisa bangkit dan keluar dari kesalahannya. Kesalahan yang tidak diakhiri dengan perbuatan-perbuatan yang positif tidak akan menghasilkan apa apa, justru semakin memperburuk keadaan.

Untuk itu diperlukan upaya serius untuk mengerjakan hal-hal yang positif sehingga dengan demikian akan menutupi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Karena perbuatan baik akan menghilangkan perbuatan yang buruk. Hal itu sebagaimana firman Allah swt :

ِاِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّأَت

Artinya : Sesungguhnya kebaikan akan menghilangkan kesalahan.

Dengan demikian maka hendaknya kesalahan dijadikan sebagai pelajaran untuk mengerjakan hal-hal yang positif dan bejanji untuk tidak melakukan yang kedua kalinya. Seorang yang beriman tidak akan masuk terjerumus ke dalam jurang dua kali. Begitu kata Rasul saw.

Share this :