Share this :

Akhir-akhir ini kita menyaksikan di beberapa daerah adanya bencana alam di mana-mana. Mulai dari banjir di Jakarta, Banten dan di kota-kota lainnya. Yang pasti bencana alam tersebut menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Ada yang mengeluh, mempertanyakan keadilan Tuhan, ada yang stress, tidak mampu menerima keadaan yang ada, ada yang menyalahkan pemerintah yang banyak berbuat dholim dan kemaksiatan dan masih banyak lagi reaksi masyarakat dalam menyikapi permasalahan bencana ini. Terlepas dari sebab-sebab terjadinya bencana alam tersebut baik secara fisik maupun non fisik, kita harus menyikapinya dengan bijak. Karena kehidupan harus tetap berjalan dengan baik . Bagaimana sebenarnya kita menyikapinya ?

Al-Qur’an menjelaskan dalam surah al-Mulk bahwa kehidupan dan kematian diciptakan oleh Allah swt sebagai ujian untuk menyeleksi manusia siapa di antara mereka yang paling baik amalnya. Allah berfirman :

اَلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً

Artinya : Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. (Q.S. al-Mulk; 2)

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa semua yang terjadi di dalam kehidupan dan kematian merupakan suatu ujian yang Allah swt siapkan untuk menguji umat manusia. Ujian dapat berupa hal-hal yang menyulitkan, menyengsarakan dan mematikan ada pula berupa hal-hal yang menyenangkan dan memudahkan. Hal itu sebagaimana firman Allah swt :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنِةً وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.

( Q.S. Al-Anbiya; 35)

Ujian berupa bencana alam, kesakitan, kesulitan dan lainnya gampang dideteksi dan dirasakan sehingga kita bisa waspada dan berhati-hati dalam menghadapinya. Yang sulit diketahui adalah ujian dalam bentuk kenikmatan, karunia dan anugerah seperti kesehatan, kekayaaan, kesejahteraan hidup dan kemudahan dalam segala hal. Hal ini justru menjadikan manusia lalai dan lupa daratan, sehingga dia gampang terjerumus ke dalam lembah kesesatan. Padahal semua yang terjadi adalah sebagai ujian bagi kita.

Untuk itu agar kita sukses dalam menjalani ujian kehidupan ini, diperlukan 3 hal penting : kesadaran, kesabaran dan kelapangan. Kesadaran merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapai berbagai macam ujian yang dihadapinya.

Pertama, kesadaran bahwa ujian merupakan tangga menuju kesempurnaan. Hanya dengan ujian seseorang dapat naik kelas dan menapaki tangga kehidupan yang lebih baik. Semakin banyak ujian maka seseorang akan semakin tinggi derajatnya dan semakin kuat dan sempurna kepribadiannya.

Kedua, Kesadaran bahwa dibalik ujian yang dihadapinya pasti banyak kemudahan dan kebaikan yang tersimpan di dalamnya. Banyak ayat dalam al-qur’an yang menegaskan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, bersama kesulitan ada kemudahan. Dengan demikian ketika kita sedang mendapatkan kesulitan pasti setelahnya ada kemudahan-kemudahan dan kebaikan yang akan didapatkannya. Dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah menegaskan bahwa mungkin di balik apa yang tidak kamu sukai terdapat kebaikan bagi kamu dan dibalik apa yang kamu sukai terdapat keburukan bagi kamu. Allah swt berfirman :

وَعَسَى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ

Artinya : Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. (Q.S. Al-Baqarah ; 216)

Ketiga, Kesadaran bahwa ujian merupakan pelajaran yang berharga dan pengingat agar kita senantiasa dekat dengan Tuhan. Ujian merupakan pelajaran yang harus diambil hikmahnya. Untuk itu diperlukan introspeksi diri saat mengahadapi ujian kehidupan. Ujian merupakan bentuk kasih sayang Allah swt agar manusia senantiasa ingat dan dekat kepada Allah swt. Kadang manusia dengan kehidupan yang mapan, enak dan menyenangkan melupakan Allah dan mengingkari nikmat dan karuniahNya. Untuk itu Allah swt memberikan ujian agar manusia ingat selalu dan dekat kepada Allah swt.

Keempat, Ujian merupakan penghapus dosa dan noda. Sehingga diharapkan dari ujian ini, kita kembali suci dari dosa dan noda. Banyak dosa yang kita lakukan setiap hari, baik yang disengaja atau tidak. Sehingga hal itu perlu untuk dibersihkan, agar kita tetap dalam keadaan suci dan fitri. Sayidina Ali kw, dalam doa Kumailnya mensinyalir ada 6 akibat perbuatan dosa yang kita lakukan; menghancurkan penjagaan, Mendatangkan bencana, merubah kenikmatan, menghalangi terkabulnya doa, menurunkan bala’, dan memutuskan pengharapan.

Kelima, kesadaran bahwa ujian yang kita hadapi pasti akan dapat diselesaikan dengan baik. Dan Allah sudah mempersiapkan cara-cara dan sarana prasarana untuk menghadapinya. Karena Allah swt tidak mungkin memberikan ujian yang di luar kemampuan hambanya. Allah swt berfirman :

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

Artinya : Allah swt tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya ( Q.S. Al-Baqarah; 286)

Dari keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dibalik kesusahan, kesengsaraan, kesakitan yang kita hadapi semuanya ada kebaikan bagi kita. Hanya saja diperlukan kesabaran, kelapangan, berusaha dan tetap bersyukur kepada Allah swt dalam keadaan apapun. Dengan Kesabaran dan kelapangan seseorang akan mampu bertahan dan berusaha mencari solusi. Dan dengan bersyukur seorang akan menjadi lebih bahagia dan optimis dalam memandang kehidupan di masa mendatang. Tanpa kesabaran dan kelapangan tidak mungkin seseorang akan berhasil menghadapi kesulitannya.

Masalah terbesar yang menghalangi seseorang untuk keluar dari kesulitan adalah faktor kejiwaannya; mulai dari tidak memiliki kesadaran dan wawasan yang mendalam akan bencana, tidak adanya kesabaran dan kelapangan, banyak mengeluh dan kurang bersyukur serta tidak adanya optimisme dalam memandang kehidupan. Jika masalah kejiwaan di atas dapat diselesaikan, niscaya dia akan mampu menghadapi masalah ujian kehidupan dengan lebih baik dan berhasil keluar dari permasalahannya dengan hasil yang maksimal.

Share this :