Share this :

Dalam beberapa bulan terakhir ini, kita sering dikejutkan dengan kebijakan-kebijakan dan statement-statement Bapak Mendikbud kita Bapak Nadhiem Makarim seperti tentang penghapusan ujian nasional, kebebasan belajar siswa, dan guru penggerak, belajar tidak perlu di kelas, dan lainnya.

Saat memberikan sambutan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Mendikbud menjelaskan dua hal; pertama, saat ini seharusnya dunia pendidikan memasuki pradigama baru dimana pemerintah memberikan kebebasan, kepercayaan dan otonomi kepada institusi-institusi pendidikan. Selain itu, kata Nadiem, dunia tengah masuk fase tidak menentu. Ia beralasan, gelar tidak lagi menjamin kompetensi, mahasiswa lulus bisa berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, hingga belajar tidak lagi harus di kelas.

Kedua, mengubah paradigma bahwa dosen menggurui dan hanya memberikan ceramah. Dosen penggerak akan mencari ilmu baru secara otomatis dan akan mencari orang-orang lain untuk meningkatkan pembelajaran di kelasnya,” jelas Nadiem.

Sebenarnya yang diperlukan sekarang menurut saya adalah langkah konkrit sistem pendidikan yang ideal itu seperti apa ? Sekolah dan perguruan tinggi yang baik itu seperti apa? Sehingga tidak membingungkan yang di bawah. Apalagi mendeligitimasi sistem pendidikan dan lembaga pendidikan yang dibawahinya sendiri. Jelas hal ini kontraproduktif bagi instansi yang dibawahinya. Semuanya tidak berani ambil kebijakan “wait and see”. Karena ditakutkan ada perubahan-perubahan yang mendadak seperti kurikulum, dan lainnya.

Menurut saya, Bapak Nadhiem tidak perlu banyak kritikan dan retorika. Karena Bapak Nadhiem sekarang posisinya sebagai eksekutor kebijakan pendidikan di Indonesia. Mau dibawa kemana sistem pendidikan kita? Filsafat pendidikan Indonesia seperti apa? Apa tujuan pendidikan Nasional kita ? Apakah sekolah untuk mencari pekerjaan semata? Apakah sekolah identik dengan lembaga kursus atau balai latihan kerja? Apakah mengikuti sistem pendidikan Finlandia, Jepang, China atau Korsel yang menjadi pioneer di bidang pendidikan dewasa ini. Dan masih banyak pertanyaan mendasar lainnya yang perlu didiskusikan dengan pihak-pihak yang kompeten untuk mendapatkan gambaran ideal tentang sistem pendidikan dan sekolah di Indonesia sekarang ini. Setelah itu action! Selamat bekerja

Share this :