Share this :

Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu dalam bekerja, entah di kantor, di pasar, di sekolah, di kebun atau di manapun kita berada. Seorang karyawan rata-rata dia akan menghabiskan waktu 8 jam dalam sehari. Waktu 8 jam adalah waktu yang melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu dan mengantuk. Seandainya dipaksakanpun hanya akan membuang-buang waktu saja dan hasilnya tidak maksimal.

Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Minimal ada 8 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan sekaligus mendapatkan hasil yang optimal dalam maksimal.

Pertama, Tumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan tersebut. Cinta terhadap pekerjaan merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja dan menghilangkan rasa jenuh dan capek. Tentunya sebelum anda mengambil sikap untuk bekerja pada suatu pekerjaan tertentu, anda sudah memiliki alasan filosofi yang kuat dan factor-faktor pendukung lainnya. Collen Barret berkata “Bekerja itu menyenangkan dan juga berat. Semua ini tergantung pada sikap anda. Saya suka bekerja dengan menyenangkan”.

Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai hambatan, entah dalam bentuk persaingan, sabotase, penolakan, kurangnya fasilitas, kurangnya penghargaan dari atasan atau lainnya. Tak jarang hambatan atau dalam arti positif tantangan itu menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.

Karena itu langkah kedua yang harus kita lakukan adalah berfikir positif.  Artinya, pandanglah tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. “Adversity is the foundation of virtue” (Tantangan adalah dasar dari kebaikan). Berapa banyak tantangan yang kita hadapi menjadikan kita lebih dewasa, trampil, kuat dan teruji dalam melaksanakan pekeerjaan. Tidak ada kebaikan, kemajuan, dan kemapanan tanpa sebuah tantangan. Karena itu jangan takut menghadapi tantangan, anggaplah tantangan merupakan tangga menuju kemulyaan dan kesuksesan. Dengan demikian kita akan dapat menjaga semangat  kerja tetap tinggi dan meningkatkan pekerjaan dengan selalu berpikir positif.

Selain itu langkah selanjutnya adalah meningkatkan kemapuan dalam bekerja. Bila pekerjaan menuntut kemampuan tertentu sementara kemampuan kita sendiri terbatas, hal itu akan sangat mudah memicu suasana kerja terasa menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan kita, mengasah keahlian dan mengisi pikiran kita dengan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan yang baru. Langkah tersebut setidaknya dapat mempengaruhi cara berpikir kita dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya dengan cara yan bervariasi dan kreatif. Oleh karena itu kreatifitas dalam bekerja sangat diperlukan. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang dalam bekerja. Belajar untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat, kata Mihaly Csikszentmihaly.

Langkah selanjutnya adalah memupuk sikap konsisten. Dunia kerja memang banyak tantangan, namun apabila kita konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala macam yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih kuat dan maju dalam bidang pekerjaan.

Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menetapkan prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting dan selesaikan  sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Buatlah target-target yang jelas bila perlu ditulis dengan jelas di papan besar, kemudian patuhilah target dan deadline yang kita tentukan sendiri, jangan sampai kita melanggarnya sendiri. Dengan demikian kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani. Ketika kita mampu menyelesaikan suatu pekerjaan akan muncul rasa kebahagiaan tersendiri. Dan hal inilah yang akan memotivasi kita untuk mengerjakan pekerjaan selanjutnya.

Sementara itu  tidak dapat dipungkiri bahwa kita membutuhkan orang lain. John Ruskin berkata : “ Setiap orang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam-macam sebab dan dukungan orang lain.” Oleh karena itu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain dalam suatu lingkungan pekerjaan sangat  berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.

Maka langkah selanjutnya adalah menciptakan suasana kerja komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.

Mungkin salah satu sebabnya kita tidak bersemangat dalam bekerja, bosan, malas, dan lain sebagainya adalah potensi kita yang kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja pasti hasilnya sangat mengagumkan. Dengan demikian, langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.

Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. Motivasi adalah bahan bakar terpenting untuk membakar semangat kerja manusia, kata Zig Ziglar.

Jika hal-hal di atas masih belum bisa mengangkat semangat dan motivasi untuk bekerja, maka berisitrahatlah sejenak. Pikiran kita kadang terlalu overload, sehingga membutuhkan istirahat. Istirahatkan pikiran anda sejenak bisa dengan berjalan-jalan, bermeditasi, berkumpul dengan teman-teman lama, menjalani traveling, ngopi bareng, tidur, dan lainnya. Dan salah satu cara mengistirahatkan pikiran yang terbaik adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, doa, berdialog, berkeluh kesah, bermunajah kepadaNya. Pasrahkan semua permasalahan dan urusan yang kita hadapi kepada Allah swt Dzat yang Maha Kuasa. Dengan demikian akan menjadi ringan semua beban yang dipikulnya insyaallah.

Sebagai pamungkas, ada satu hal yang harus kita pikirkan, bahwasannya waktu akan terus berlari tanpa peduli kita semangat bekerja, lesu, gembira atau mengantuk. Apa yang kita kerjakan berupa kebaikan hari ini pada hakikatnya bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk atasan atau bawahan, sebenarnya untuk ekbaikan kita sendiri. Sebailiknya apa yang kita perbuat dari suatu keburukan hari ini pada hakikatnya adalah untuk keburukan kita sendiri.

Delapan kiat di atas semoga dapat membantu kita dalam bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan bagi kita untuk menjadi yang terbaik. Wassalam.

Share this :